Cari Blog Ini

Memuat...

Minggu, 29 Mei 2011

CARA IDEOLOGI PANCASILA DALAM MEMBIMBING PEMBANGUNAN DI BIDANG KESEHATAN UNTUK MENCAPAI TUJUANNYA

BAB III
PEMBAHASAN

3.1Pembangunan Kesehatan
Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial, yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomis pemeliharaan kesehatan adalah upaya penaggulangan dan pencegahan gangguan kesehatan yang memerlukan pemeriksaan, pengobatan dan/atau perawatan termasuk kehamilan dan persalinan.
Pendidikan kesehatan adalah proses membantu sesorang, dengan bertindak secara sendiri-sendiri ataupun secara kolektif, untuk membuat keputusan berdasarkan pengetahuan mengenai hal-hal yang memengaruhi kesehatan pribadinya dan orang lain. Definisi yang bahkan lebih sederhana diajukan oleh Larry Green dan para koleganya yang menulis bahwa pendidikan kesehatan adalah kombinasi pengalaman belajar yang dirancang untuk mempermudah adaptasi sukarela terhadap perilaku yang kondusif bagi kesehatan.
Kesehatan adalah unsur vital dan merupakan elemen konstitutif dari kehidupan seseorang. Kesehatan sebagai hak asasi telah menjadi kebutuhan mendasar dan tentunya menjadi kewajiban negara dalam upaya pemenuhannya. Pembangunan kesehatan adalah bagian dari pembangunan nasional yang bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Pembangunan kesehatan tersebut merupakan upaya seluruh potensi bangsa Indonesia, baik masyarakat, swasta maupun pemerintah.


3.2 Ideologi Pancasila
Ideologi adalah gabungan antara pandangan hidup yang merupakan nilai –nilai yang telah mengkristal dari suatu bangsa serta Dasar Negara yang memiliki nilai-nilai falsafah yang menjadi pedoman hidup suatu bangsa, selain itu, Ideologi adalah merupakan hasil reflesi manusia berkat kemampuannya mengadakan distansi terhadap dunia kehidupannya. Maka terdapat suatu yang bersifat dialektis antara ideoologi dengan masyarakat negara. Di suatu pihak membuat ideologi semakin realistis dan pihak yang lain mendorong masyarakat mendekati bentuk yang ideal. Ideologi mencerminkan cara berpikir masyarakat, bangsa maupun negara, namun juga membentuk masyarakat menuju cita-citanya
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang, maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya.
Komitmen itu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan yang mengikat, yang harus ditaati dalam kehidupannya, baik dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat. Ideologi berintikan seperangkat nilai yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh seseorang atau suatu masyarakat sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Melalui rangkaian nilai itu mereka mengetahui bagaimana cara yang paling baik, yaitu secara moral atau normatif dianggap benar dan adil, dalam bersikap dan bertingkah laku untuk memelihara, mempertahankan, membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya. Pengertian yang demikian itu juga dapat dikembangkan untuk masyarakat yang lebih luas, yaitu masyarakat bangsa.
Pancasila dijadikan ideologi dikarenakan, Pancasila memiliki nilai-nilai falsafah dan pancasila telah teruji kokoh dan kuat sebagai dasar Negara. Selain itu, Pancasila juga merupakan wujud dari konsensus nasional karena negara bangsa Indonesia ini adalah sebuah desain negara moderen yang disepakati oleh para pendiri negara Republik Indonesia. Pancasila juga memiliki karakter utama sebagai ideologi nasional. adalah cara pandang dan metode bagi seluruh bangsa Indonesia untuk mencapai cita-citanya, yaitu masyarakat yang adil dan makmur.
Pancasila merupakan Ideologi terbuka hal ini disebabkan dimaksudkan bahwa idiologi pansila besifat aktual, dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta, dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan idiologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senentiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek dan zaman.
Ideologi Tetutup
a. Bukan merupakan cita-cita yang sudah hidup dalam masyarakat.
b. Bukan berupa nilai dan cita-cita.
c. Kepercayaan dan kesetiaan ideologis yang kaku.
d. Terdiri atas tuntutan konkret dan operasional yang diajukan secara mutlak.
Menurut Kaelan, nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi Pancasila sebagai ideologi terbuka adalah sebagai berikut :
a) Nilai dasar, yaitu hakekat kelima sila Pancasila.
b) Nilai instrumental, yang merupakan arahan, kebijakan strategi, sasaran serta lembaga pelaksanaanya.
c) Nilai praktis, yaitu merupakan realisasi nilai-nilai instrumental dalam suatu realisasi pengamalan yang bersifat nyata, dalam kehidupan sehari-hari dalam masyarakat, berbangsa dan bernegara.
3.3 Tujuan Pembangunan di Bidang Kesehatan
Untuk jangka panjang pembangunan bidang kesehatan diarahkan untuk tercapainya tujuan utama sebagai berikut:
1.Peningkatan kemampuan masyarakat untuk menolong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan.
2.Perbaikan mutu lingkungan hidup yang dapat menjamin kesehatan.
3.Peningkatan status gizi masyarakat.
4.Pengurangan kesakitan (morbilitas) dan kematian (mortalitas).
Dasar-dasar pembangunan nasional di bidang kesehatan adalah sebagai berikut:
1. Semua warga negara berhak memperoleh derajat kesehatan yang optimal agar dapat bekerja dan hidup layak sesuai dengan martabat manusia.
2.Pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab dalam memelihara dan mempertinggi derajat kesehatan rakyat.
3.Penyelenggaraan upaya kesehatan diatur oleh pemerintah dan dilakukan secara serasi dan seimbang oleh pemerintah dan masyarakat

3.4 Cara Ideologi Pancasila Membimbing Pembangunan Kesehatan
Pembangunan kesehatan yang dimaksud sesungguhnya tidak saja pembangunan sarana dan prasarana seperti rumah sakit atau puskesmas tetapi juga pembangunan yang mengarah kepada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang seimbang mental dan spiritual. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya adalah salah produk dari program pembangunan di Indonesia yang menjadi pengamalan dari nilai-nilai Pancasila yang adalah ideologi Pancasila.
Dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, salah satu yang dijadikan pedoman bdalam pembangunan di bidang kesehatan yaitu: sila ke lima, Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Sila inilah yang dijadikan pedoman karena hal ini menyangkut tindakan bangsa Indonesia yang harus selalu betindak adil kepada semua kalangan masyarakat, tanpa memandang status sosial. Ideologi dalam nilai itulah yang membimbing bangsa Indonesia untuk mewujudkan tujuan Pembangunan di bidang kesehatan.
Untuk mencapai tujuan yang terkandung dalam ideologi pancasila yaitu dalam sila ke lima, bangsa Indonesia khususnya pemerintah telah melakukan upayanya melalui realisasi pembangunan. Misalnya membuat program-program ASKES (Asuransi Kesehatan) dan JAMKESMAS (Jaminan Kesehatan Masyarakat), dan ASKESKIN untuk rakyat yang kurang mampu. Program ini dibuat agar dapat melaksanakan ideologi Pancasila tentang keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Seperti yang telah diketahui bahwa kesehatan bukan hanya kesehatan fisik, namun juga kesehatan jiwa. Dalam hal ini, ada beberapa program yang dilakukan yaitu dengan memberikan terapi jiwa bagi para pecandu narkoba dengan cara karantina. Terapi ini tidak dipungut biaya sehingga mereka pecandu narkoba yang ingin berubah menjadi lebih baik namun tdk memiliki biaya, mereka dapat mengikutinya.


BAB III
PENUTUP
3.1Kesimpulan
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-citanya. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya.
Pancasila merupakan Ideologi terbuka hal ini disebabkan dimaksudkan bahwa idiologi pansila besifat aktual, dinamis, antisifasif dan senentiasa mampu menyelesaikan dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi serta, dinamika perkembangan aspirasi masyarakat. Keterbukaan idiologi pancasila bukan berarti mengubah nilai-nilai dasar yang terkandung didalamnya, namun mengeksplisitkan wawasannya lebih kongkrit, sehingga memiliki kemampuan yang reformatif untuk memecahkan masalah-masalah aktual yang senentiasa berkembang seiring dengan aspirasi rakyat, perkembangan iptek dan zaman.
Pembangunan kesehatan yang dimaksud sesungguhnya tidak saja pembangunan sarana dan prasarana seperti rumah sakit atau puskesmas tetapi juga pembangunan yang mengarah kepada pembangunan manusia Indonesia seutuhnya yang seimbang mental dan spiritual. Pembangunan manusia Indonesia seutuhnya adalah salah produk dari program pembangunan di Indonesia yang menjadi pengamalan dari nilai-nilai Pancasila yang adalah ideologi Pancasila.
Pengamalan nilai pancasila yang dimaksudkan dalam Pembangunan di bidang kesehatan yaitu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, dimana untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan yang baik, harus berdasarkan ideologi pancasila tentang keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia, tanpa memandang status sosial tiap individu.
3.2Saran
Pembangunan di bidang kesehatan hendaknya dilakukan sesuai dengan nilai yang terkandung di dalam ideologi Pancasila. Selain itu pembangunan di bidang kesehatan harus dilakukan secara merata tanpa memandang status sosial.

















DAFTAR PUSTAKA

Hasoloan, Jimmy. 2008. Pancasila. Cirebon: Swagati Press
Kurniawan, Aditya Dwi. Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa [online]. 2009. Available at: www.cudit.wordpress.com. [cited: 10 Mei 2011]
Wahyono. 2011. Buku Materi Pokok Pendidikan Pancasila. Jayapura: ______

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar